Selamat Datang

 


 

Google
 

 

e-mail :
Password :

Gunakan alamat e-mail lengkap anda.

seperti :nama@banisyuhada.info

     

 

 

Berita

**************

LATAR BELAKANG IDE PENULISAN SILSILAH

 DAN PELUNCURANNYA DI WEBSITE INTERNET

 

Dari pertemuan-pertemuan tersebut, kami terinspirasi untuk menulis buku silsilah yang lebih lengkap dan up-to-date. Memang telah ada beberapa sumber data silsilah tertulis tentang Bani Syuhada, tetapi tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada para penulis data silsilah tersebut, pada umumnya data tersebut data lama, ada yang tetera tahun 1989, 1997, 2000 dan yang terbaru tertulis tahun 2002. Oleh karena itu kami mengharap peran serta dari para pembaca khususnya anggota keluarga besar Bani Syuhada untuk memberikan masukan, saran dan kritik untuk melengkapi buku yang sedang kami susun ini. Syukur alhamdulillah bahwasanya pada tanggal 18 Desember 2007 kami telah berhasil meluncurkan Forum Komunikasi dan Silaturrahiem Keluarga Besar Bani Syuhada ini di situs jaringan (website) internet dengan nama www.BaniSyuhada.info. Walaupun masih dalam pengembangan dan masih banyak kekurangannya website ini ditujukan kepada seluruh anggota keluarga besar Bani Syuhada dimanapun mereka berada khususnya bagi generasi penerus dan para kawula mudanya. Merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi kami bila bisa lebih dekat mengenal seluruh anggota keluarga besar Bani Syuhada di manapun berada, semoga fasilitas ini dapat menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi, saling berbagi demi menuju tercapainya tujuan yang lebih baik. Kami juga mengharapkan masukan, saran dan kritik demi kebaikan FKS Keluarga Besar Bani Syuhada dan silahkan ditujukan kepada kami arachman@banisyuhada.info.

 

 

 

Segala puja dan puji syukur adalah milik Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dan shalawat serta salam kita panjatkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, semoga beliau senantiasa diberi tempat yang mulia oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di sisiNya.

Hanya atas rachmat dan ridhaNya pula kami mendapat kesempatan untuk menyampaikan tentang apa, mengapa dan bagaimana kami terinspirasi untuk menulis buku silsilah keluaraga besar Bani Syuhada serta meneyangkannya di situs jaringan (website) internet.

Pertama kali penulis menghadiri pertemuan keluarga besar Bani Syuhada adalah di sebuah taman terbuka TMII di Jakarta sekitar tahun 1994 atau 1995. Pertemuan itu dihadiri oleh berbagai keluarga keturunan Bani Syuhada yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Yang hadir pada waktu itu sebanyak 60 sampai 70 orang termasuk anak-anak. Pertemuan itu cukup mengesankan karena pada saat itu cuaca cerah, banyak pepohonan yang teduh untuk berlindung dari sengatan sinar matahari, angin bertiup sedang-sedang saja dan juga ada acara untuk anak-anak. Pemandangan di sini sudah barang tentu indah karena di sinilah tempat orang berekreasi.

Kami para peserta yang hadir saling bersalam-salaman, bertegur sapa, ngobrol tentang ini, tentang itu dan tentang apa saja terutama tentang kesehatan dan keselamatan keluarga masing-masing. Dari keseluruhan yang hadir kami hanya kenal atau pernah bertemu dengan beberapa orang saja dan kepada yang belum kenal kami menyalami dan memperkenalkan diri kepada mereka atau bahkan mereka memperkenalkan diri kepada kami. Selanjutnya setelah masing-masing berkenalan barulah disadari bahwa kami kenal dan pernah bertemu dengan orang tua mereka di kampung atau bahkan orang tua mereka pernah berkunjung ke rumah kami. Terkadang kami hanya kenal nama saja dan belum pernah bertemu orang tua mereka karena cerita dari orang tua kami yang telah menghadap Illahi. Selain itu ada yang tidak kami sadari bahwa ada seorang bapak berusia 65-an yang rasanya kami belum pernah bertemu tetapi beliau tahu banyak tentang kami dan dan almarhum orang tua kami.

Setelah masuk waktu dzuhur para peserta melaksanakan sholat dzuhur berjamaah bergantian. Karena jauh dan atas pertimbangan waktu tempuh dari masjid atau mushola, maka dipilih tempat di area taman di mana tidak banyak orang berlalu lalang. Sholat berjamaah bergantian dilaksanakan karena terbatasnya mukenah atau rukuh dan sajadah yang dibawa. Walaupun demikian rasa syukur atas terlaksananya kewajiban rukun Islam yang kedua tersirat pada wajah para peserta karena dapat menuaikannya dengan baik.

Pada acara makan siang, kami terkesan dengan keberagaman makanan dan minuman yang dibawa oleh masing-masing keluarga. Makanan tersebut dikumpulkan dan dimakan bersama sambil terus saling berbincang-bincang. Ada makanan tradisional Jawa Tengah, getuk dan cemplon dari singkong, jenang (dodol), grontol (biji jagung rebus), pisang rebus, kacang rebus dan lain sebagainya. Hal ini menumbuhkan nuansa nostalgia yang mengigatkan kita para peserta pada masa kanak-kanak di kampung halaman di Jawa Tengah khususnya di daerah Banjarnegara dan sekitarnya di mana nenek moyang keluarga besar Bani Syuhada berasal.

Penulis melihat bahwa dari pertemuan semacam ini terbentuklah perkenalan dan keakraban yang terjalin satu sama lain di antara para peserta dan hadirin. Keakraban yang terjalin antara anggota keluarga besar Bani Syuhada yang berada di Jakarta dan sekitarnya dan yang berada di Jawa Tengah atau di manapun berada hendaknya dapat terpelihara dan ditingkatkan sehingga dapat tercapailah tujuan Forum Komunikasi dan Silaturrahim Bani Syuhada ini.

Pertemuan selanjutnya yang pernah kami hadiri adalah di rumah Bapak M Rofiq Yasin di Cempaka Putih Jakarta pada tahun 1998. Perbedaan antara pertemuan di rumah Bapak Rofiq dengan yang di TMII adalah antara suasana indoor dan outdoor. Selain itu suasananya tidak banyak berbeda secara signifikan. Bedanya adalah bahwa di antara peserta yang hadir kami masih mengenali beberapa wajah-wajah yang kami lihat pada pertemuan di TMII tetapi nama-nama mereka nyaris tidak ada yang ingat. Pada umumnya pertemuan ini berlangsung sukses, lancar dan aman, tetapi di antara para hadirin peserta, kami merasa lebih banyak lagi wajah-wajah yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Namun demikian dengan adanya pertemuan ini kami jadi lebih banyak mengenal lagi anggota keluarga besar Bani Syuhada.

 

Pertemuan yang saya bersama isteri hadiri berikutnya adalah pertemuan di rumah Bapak H Amin Hartoni bin Ny Hj Ni'mah (Ny Tontowi) binti Ny Hj Chafsoh binti Ky H Syuhada di bilangan Pejaten Padar Minggu Jaksel pada bulan Agustus 2007. Dalam pertemuan ini oleh Ketua FKS Bani Syuhada, Bapak M Mushofa disebutkan bahwa pertemuan sebelum ini terjadi pada 8 tahun sebelumnya (th 1999) di Rumah Bapak Siwan Haris di Kawasan Cibubur Jaktim, di mana pada waktu itu karena satu dan lain hal dengan sangat menyesal kami tidak dapat hadir. Pertemuan di rumah Bapak Amin Hartoni sangat istimewa bagi kami karena hampir semua yang hadir termasuk tuan rumah Bpk Amin sendiri, kami belum pernah bertemu sebelumnya, kecuali Bpk Mushofa yang saya sudah kenal. Ada satu lagi yang kami kenal yaitu Bapak H Muqorrobinbin bin Ny Kamillah binti Syuhada. Beliau datang pada saat menjelang pertemuan usai, karena salah seorang puteranya sedang dirawat di rumah sakit. Kami salut atas kedatangannya dan kepeduliannya terhadap Forum ini walaupun dalam situasi dan kondisi sulit yang tengah beliau alami. Merasa sebagai anggota

 

 

 

keluarga besar Bani Syuhada, kami merasa terharu bertemu dengan sesama anggota yang selama hidup ini baru bertemu untuk yang pertama kali. Perkenalan dan pertukaran informasi di antara hadirin peserta yang merujuk pada bapak-ibu, kakek-nenek, kakek-nenek buyut baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada dan nenek-moyang sebelumnya secara langsung membuat kita mengenang jasa-jasa orang tua dan nenek moyang kita. Dari antara anggota keluarga besar yang berhubungan darah, dari yang tidak kenal menjadi mengenal, dari saling tukar informasi tentang domisili dan profesi, dari yang berpuluh tahun tidak bersua dll, semua itu membuat pertemuan ini membuahkan suatu nilai tertentu yang tinggi di dalam lubuk hati dan dalam hidup kita. Hubungan kekerabatan yang akrab seperti ini sudah semestinya kita syukuri sebagai anugerah yang tidak dapat diukur dengan nilai materi apapun dan seberapapun dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Melalui forum ini aktivitas seperti ini perlu ditingkatkan dan dilestarikan dan selanjutnya dapat diwariskan dan diteruskan kepada generasi penerus Bani Syuhada.

Atas undangan Bapak Ketua Koordinator FKS Bani Syuhada, saya beserta isteri menghadiri pertemuan keluarga besar Bani Syuhada di kediaman Bapak H Muh Lutfi Muqoddas di Komplek Pondok Benda Indah Pamulang - Ciputat pada tanggal 25 Nopember 2007. Dalam pertemuan ini kami melihat nuansa lain dari yang lain dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, padahal pertemuan terakhir sebelum ini hanya berselang tiga bulan, yaitu pada bulan Agustus 2007 di kediaman Bapak H Amin Hartoni di pasar Minggu Jaksel. Kami melihat wajah-wajah berseri yang kami jumpai pada pertemuan di rumah Bapak Amin Hartoni dan jumlah hadirin pesertapun lebih banyak dan lebih heterogen daripada pertemuan-pertemuan sebelumnya. Walaupun baru kedua kali ini bertemu dengan mereka, kami bertukar salam dan mengobrol dengan santai dengan mereka seolah-olah kami telah lama saling kenal. Kembali kami memperkenalkan diri kepada mereka karena wajah kenal tetapi nama tidak ingat. Ternyata hal yang serupapun juga mereka alami. Dari pengalaman ini kami menyadari bahwa ingatan manusia itu terbatas, segala sesuatu kalau tidak dicatat niscaya akan lebih mudah terlupakan daripada yang dicatat, sehingga dari sini pulalah timbul ide untuk mencatat event seperti ini terutama mengenai silsilah. Memang telah ada usaha-usaha untuk mengabadikan secara praktis acara seperti ini yaitu dengan kamera atau HP yang dilengkapi kamera, tetapi alangkah lebih baik kalau acara seperti ini diabadikan secara tertulis dan dilengkapi dengan foto/gambar dengan ilustrasi tertulis.

Kami sebut pertemuan ini lebih heterogen karena dari seluruh putera-puteri Embah Kyai H Syuhada yang 17 orang (dari Kyai Muh Rachmat s/d Nyai Kamilah), hampir semuanya terwakili oleh masing-masing keturunannya. Misalnya Bani Rachmat diwakili cucunya Bapak Anwar Bin H A Nadhir (dari Kupang - NTT, yang kebetulan ada tugas di Jakarta). Sambil menyampaikan sambutan dan memperkenalkan diri, Bapak Anwar berdiri didepan para hadirin peserta, dan di belakang beliau berdiri cucu-cucu Embah Rachmat dan keluarganya. Perwakilan dari putera-puteri Kyai H Syuhada yang lainnya pun melakukan hal yang sama secara berurutan dari Bani Rachmat s/d Bani Kamilah. Dengan demikian para peserta yang hadir dapat lebih mengenal satu sama lain. Subhanallah peristiwa ini benar-benar mengharukan dan menyentuh hati kami yang paling dalam.

Penulis memperhatikan bahwa pertemuan indoor/di rumah seseorang anggota keluarga besar selama ini sudah barang tentu tidak terlepas dari pengeluaran sejumlah biaya yang tidak sedikit. Sudah semestinya pengeluaran biaya ini menjadi beban semua anggota, tetapi pada umumnya seperti yang sudah-sudah, tuan rumah menolak untuk diganti oleh pengurus/panitia keluarga besar walaupun jumlahnya tidak banyak atau sekedar membantu saja. Kami angkat topi atas keikhlasan dan kerelaan hati para tuan-tuan rumah selama ini. Bahkan pada waktu Ketua FKS menanyakan didepan forum tentang penggunaan dana yang berasal dari iuran anggota yang sudah terkumpul, tidak diperoleh jawaban yang jelas dari para hadirin. Menurut hemat kami, yang sudah pasti dana tersebut dapat dipakai untuk biaya rutin organisasi, misalnya alat-alat tulis, biaya komunikasi, transportasi pengiriman undangan dlsb.

Dari dua pertemuan keluarga besar Bani Syuhada di rumah Bapak H Amin Hartoni dan di rumah Bapak H Muh Lutfi, kami terinspirasi untuk menulis buku silsilah yang lebih lengkap dan up-to-date. Memang telah ada beberapa sumber data silsilah tertulis tentang Bani Syuhada, tetapi tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada para penulis data silsilah tersebut, pada umumnya data tersebut data lama, ada yang tetera tahun 1989, 1997, 2000 dan yang terbaru tertulis tahun 2002. Pada sebagian kecil data silsilah ada yang mencantumkan udeg-udegnya Embah Syuhada. ( Udeg-udeg adalah salah satu tingkatan keturunan ke bawah. Urutan keturunan ke bawah : anak, cucu, buyut, canggah, udeg-udeg, gantung siwur, dst). Menurut pendapat penulis, semestinya saat ini sudah ada keturunan Embah Syuhada yang mencapai tingkatan gantung siwur (buyutnya buyut), tetapi sebagian kecil data yang ada adalah baru pada tingkatan cucu ataupaun buyut. Misalnya : Embah Syuhada berputera H Muh Muqoddas (anak) berputera H Muh Luthfi (cucu); atau Embah Syuhada berputera Ky Muh Nuh (anak) berputeri Nyai Siti Nafisah (cucu) berputera Moch Sholahuddin (buyut). Oleh karena itu kami mengharap peran serta dari para pembaca khususnya anggota keluarga besar Bani Syuhada untuk memberikan masukan , saran dan kritik untuk melengkapi buku yang sedang kami susun ini.

Sesungguhnya dengan data yang adapun cukup memberi semangat untuk menyusun buku silsilah ini. Untuk waktu dekat ini yakni s/d sebelum pertemuan yang akan datang,

 

kami menargetkan s/d tingkatan ke bawah canggah Embah Syuhada buku ini telah siap diedarkan. Kami sudah dapatkan data secara tatap muka dan per telepon dan meyantumkannya dalam buku ini sebagai subsilsilah Bani Syuhada, antara lain dari Bani Rachmat dan Bani Abu Ngamar. Alhamdulillah Kelengkapan datanya telah sampai tingkat canggah, nama suami/isteri, alamat dan nomor telepon/Hp, namun demikian masih ada beberapa yang belum lengkap.

 

Tampilan isi buku silsilah ini diharapkan mudah dipahami oleh pembacanya karena menggunakan bagan atau flowchart dan untuk penjelasannya dicantumkan catatan kaki. Namun demikian kami menyadari bahwa masih banyak kelemahan dan kekurangan dalam penulisan buku ini. Kami merasa tidak konsisten dalam menuliskan predikat dan titel akademis di depan atau dibelakang nama-nama orang. Semula akan dituliskan nama-nama saja tanpa embel-embel secara konsisten, tetapi atas dasar data yang ada dan pertimbangan sopan santun adat ketimuran hal ini rasanya kurang mengena. Misalnya untuk mencantumkan nama EmbahSyuhada dengan Syuhada saja rasanya kok tidak pantas. Oleh karena itu yang kami tuliskan adalah Ky H Syuhada. Selanjutnya untuk para sesepuh laki-laki dituliskan predikat Kyai (Ky) dan untuk sesepuh perempuan yang sudah menikah Nyai (Ny). Untuk laki-laki yang sudah menikah dengan predikat Bapak atau Pak sedangkan untuk yang belum menikah tanpa predikat kecuali predikat H (Haji) dan predikatakademis, demikian pula berlaku untuk remaja perempuan yang belum menikah / anak-anak peremuan. Namun pada prakteknya masih banyak predikat-predikat yang belum tercantumkan karena penulis belum tahu, karena minimnya data, atau kelalaian yang tidak disengaja. Namun kami berjanji untuk meng-update-nya pada masa-masa mendatang. Untuk itu, kami mohon maaf sebesar-besarnya.

Kekurangan lainnya adalah dalam penulisan nama-nama orang yang sudah meninggal. Perlukah dibelakangnya ditulis almarhum/humah bagi yang sudah meninggal? Kalau harus ditulis, dari data dan kenyataan yang ada, maka predikat tersebut akan memenuhi lebih dari +/- 70 % nama-nama orang yang ada dalam data, karena sebagian besar nama-nama anggota keluarga besar yang masih hidup belum ada data tertulisnya. Oleh karena itu dalam penulisan almarhum/humah (alm) bagi orang yang meninggal tidak ditulis dalam bagan/flowchart silsilah, tetapi ditulis pada catatan kaki, itupun bila datanya ada atau penulis secara pribadi mengetahui kalau orang tersebut telah meninggal atau belum.

Selain itu terdapat keraguan pula bagi penulis bahwa apakah perlu ditulis nama-nama orang yang sudah meninggal sewaktu masih kecil ataupun sudah dewasa tetapi belum /tidak mempunyai keturunan di dalam silsilah? Perlukah nama suami/isteri yang sudah bercerai disebutkan dalam silsilah? Keraguan ini sementara kami jawab dengan menuliskan nama-nama tersebut dalam silsilah dan memberi keterangan pada catatan kaki di bawahnya.

Syukur alhamdulillah bahwasanya pada tanggal 18 Desember 2007 kami telah berhasil meluncurkan Forum Komunikasi dan Silaturrahiem Keluarga Besar Bani Syuhada ini di situs jaringan (website) internet dengan nama www.BaniSyuhada.info. Walaupun masih dalam pengembangan dan masih banyak kekurangannya website ini ditujukan kepada dan untuk dimanfaatkan oleh seluruh anggota keluarga besar Bani Syuhada dimanapun mereka berada khususnya bagi generasi penerus dan para kawula mudanya. Merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi kami bila bisa lebih dekat mengenal seluruh anggota keluarga besar Bani Syuhada di manapun berada, semoga fasilitas ini dapat menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi, saling berbagi demi menuju tercapainya tujuan yang lebih baik.

Selain di banyak kota di Indonesia, konon kabarnya ada anggota keluarga Bani Syuhada yang tinggal di New Caledonia, Singapura, Saudi Arabia, Afrika, Eropa, Amerika dan negara-negara lain di dunia, maka dengan adanya website ini kami mengharapkan masukan-masukan tentang pengalaman mereka di sana dan berbagi dengan kami di Indonesia via email yang ditujukan kepada kami arachman@banisyuhada.info. Via media ini pula kami mohon kepada semuanya tas masukan dan saran demi kebaikan forum kita ini.

 

Atas terlaksananya penulisan buku silsilah keluarga besar Bani Syuhada ini dan penayangannya di internet , tak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih atas data tertulis yang sampai ke tangan kami maupun wawancara tatap muka ataupun per telepon kepada : Sdr. Haris Munandar bin Ny Hj Siti Handasah (Ny H Siwan Haris), BapakSyamsudin, Bapak Abdul Basyir, Bapak A Wasoel, Bapak M Rofiq Yasin bin Abu Ngamar, Bapak Muh Mushofa, Bapak Ichsanudin bin Toha, para kerabat Bani Rachmat dan masih banyak pihak lagi yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu.

Akhirnya apabila terdapat kebaikan dan kebenaran dalam tulisan ini, maka hal ini terjadi semata-mata atas kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan apabila terdapat kesalahan dan kekurangan dalam tulisan ini, maka hal ini terjadi karena kesalahan penulis yang sekali-kali tidak bermakasud untuk melakukannya dengan sengaja merugikan atau mencemarkan nama baik seseorang. Maka dari itu kami mohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahan tersebut.

Akhirul kalam, wabillahittaufiq walhidayah, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Abdulrachman bin Mutohar Rachmat).

Jika nama Anda dan keluarga anda belum tercantum atau terdapat kesalahan pada sislsilah ini,

silahkan hubungi kami melalui telepon, SMS, dan email serta dapat juga menulisnya pada buku tamu.

 

® 18 Dec 2007 - BaniSyuhada.info

Powered by websitekita.com

Halaman Utama      Berita     Silsillah     Galeri Foto      Hubungi Kami      Lain-lain